Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Hello world!
August 31, 2009RENCANA PENYALURAN DANA BEASISWA PPI Wage 2008-2009
July 31, 2009
Berdasarkan jumlah dana beasiswa yang saat ini terkumpul (kurang lebih 1.900 euro), setelah melalui rapat pengurus, Bagian Pendidikan dan Beasiswa bersama ini melaporkan hal – hal sebagai berikut:
1. Penyaluran dana beasiswa selama waktu kepengurusan ini, dilakukan untuk jangka waktu 6 bulan ke depan (sesuai dengan masa bakti kepengurusan 2008 -2009).
2. Beasiswa akan disalurkan melalui mekanisme alumni dan kerjasama dengan lembaga pengusul.
3. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai point nomor 2:
· Jalur Alumni
Jalur ini memberikan beasiswa secara perorangan kepada adik asuh, yang diusulkan oleh alumni. Lebih lengkap mengenai pengusulan dan tata caranya bisa diakses di: http://www.ppi-wageningen.org, PPI Wage bekerjasama untuk pemberian beasiswa SD: melanjutkan tahun sebelumnya dan juga usulan adik asuh baru.
· Lembaga Pengembagan Insani – Dompet Dhuafa Republika
Lembaga ini menekankan pemberian beasiswa secara sistematis. Mereka memiliki tiga skema: untuk mahasiswa, mereka diasramakan sehingga bisa memperoleh pelatihan pengembangan diri; untuk pengembangan fasilitas sekolah dan ketiga adalah beasiswa untuk pelajar SMP yang juga diasramakan sehingga bisa memperoleh pembinaan berkesinambungan. Lebih lanjut silahkan klik: http://www.lpi-dd.net, PPI Wage bekerjasama untuk pemberian beasiswa SMP.
· Rumah Zakat
Skema yang dimiliki oleh lembaga ini memungkinkan pemberian beasiswa secara eksklusif, dimana satu orang anak dibiayai oleh satu orang individu/lembaga. Selain itu, mereka juga setiap tahun menyelenggaran pertemuan nasional untuk anak asuh sehingga mereka dapat menikmati liburan dengan bermanfaat dan mendapat pembinaan mental dan semangat. Lebih lanjut silahkan klik: http://www.rumahzakat.org/ksab, PPI Wage bekerjasama untuk pemberian beasiswa SD.
· Word Vision
Pemberian beasiswa di lembaga ini dilakukan dengan sistem bersama, dimana satu anak didanai secara bersama karena bukan hanya anak yang dibantu tapi juga mempersiapkan orangtua dengan pengetahuan praktis untuk bekerja sehingga dapat menghasilkan nafkah untuk keluarganya. Lebih lanjut silahkan klik: http://www.worldvision.org/content.nsf/sponsor/sponsor-indonesia, PPI Wage bekerjasama untuk pemberian beasiswa SD dan terfokus di Indonesia Bagian Timur.
4. Pemilihan lembaga didasarkan pada kesamaan visi dan misi dari program beasiswa PPI Wage, keteraturan dalam penyediaan pemantauan dan pelaporan. Adanya pembinaan mental yang berkelanjutan yang diberikan lembaga juga menjadi salah satu pertimbangan agar adik asuh yang terpilih dapat berprestasi secara konstan. Pemberian beasiswa juga mempertimbangkan pemerataan antar wilayah Indonesia.
5. Adapun mekanisme pengiriman dana direncanakan agar dilakukan per 6 bulan sehingga dapat mengefisiensikan biaya pengiriman.
6. Sesuai dengan jumlah dana beasiswa yang terkumpul, maka rencana penyaluran dana beasiswa dapat dilihat pada lampiran.
7. Laporan lanjutan akan diberikan segera setelah ada pemberitahuan mengenai adik asuh yang menerima beasiswa.
Lebih lanjut mengenai program beasiswa ini, mohon rekan – rekan mengunjungi website PPI Wage karena kami Bagian Pendidikan dan Beasiswa telah memperbaharui beberapa bagian yang terkait dengan program ini. Masukan – masukan membangun dari rekan – rekan sekalian masih sangat diperlukan.
Terima kasih setulusnya kami berikan atas semua masukan, perhatian dan tentu saja dana yang telah dikumpulkan untuk program ini. Mari melanjutkan kerjasama baik ini agar tidak ada lagi angka putus sekolah di negeri tercinta – agar semua warga negara menikmati pendidikan seperti yang kita rasakan saat ini.
Salam pembebasan,
Dita, Sulis, Diana
(Bagian Pendidikan dan Beasiswa PPI Wage 2008 – 2009)
|
No |
Penyalur Beasiswa |
|
Alokasi pe Anak per Bulan |
|
Jumlah Anak |
Total Dana disalurkan per Bulan |
Total Dana disalurkan Selama 6 Bulan |
||||
|
1 |
LPI – DD |
Rp. |
75,000 |
* |
5 |
Rp. |
375,000 |
Rp. |
2250000 |
||
|
2 |
Rumah Zakat |
Rp. |
75,000 |
|
5 |
Rp. |
375,000 |
Rp. |
2250000 |
||
|
3 |
Word Vision |
Rp. |
100,000 |
|
5 |
Rp. |
500,000 |
Rp. |
3000000 |
||
|
4 |
Ikatan Alumni |
Rp. |
75,000 |
** |
10 |
Rp. |
750,000 |
Rp. |
4500000 |
||
|
Rp. |
12,000,000 |
|
|||||||||
|
= |
800 |
euro |
*** |
||||||||
*) Lembaga Pendidikan Insani tidak mensyaratkan jumlah dana beasiswa per anak. Jumlah yang tercantum adalah usulan dari Bagian pendidikan dan Beasiswa.
**) Jumlah dana yang diberikan oleh pengurus PPIW sebelumnya adalah sebesar Rp. 25.000 per anak per bulan. Sesuai dengan perubahan yang terjadi, maka Bagian Pendidikan dan Beasiswa mengusulkan jumlah dana beasiswa ditingkatkan menjadi sebesar Rp. 75.000 per anak per bulan.
Adapun jumlah anak yang diketahui mendapatkan beasiswa melalui mekanisme ikatan alumni pada tahun 2007 adalah 5 anak. Untuk itu, tahun 2009 ini akan ditambah sebnayak 5 orang anak, sehingga jumlah total adalah sebanyak 10 anak.
Penerima beasiswa direncanakn agar tersebar di seluruh bagian Indonesia. Untuk itu akan dilakukan koordinasi dengan lembaga penyalur dan ikatan alumni dalam menentukan penerima beasiswa.
Program Beasiswa PPI Wageningen 2009
July 26, 2009
Latar belakang
Pada tahun 2002 terdapat sekitar 1,8 juta anak SD berusia 7 – 12 tahun, dan 4,8 juta anak usia 13 – 15 tahun yang tidak bersekolah (SUSENAS, 2002). Walaupun ada indikasi kesuksesan pelaksanaan program wajib belajar serta kemajuan tingkat penyelesaian pendidikan dasar dalam kurun 4 tahun terakhir, pada tahun ajaran 2005/2006 – 2006-2007 masih terdapat jumlah anak yang drop out atau putus sekolah dasar sebanyak 615.411 anak karena masalah biaya pendidikan (Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
Berangkat dari kondisi tersebut, PPI Wageningen beserta seluruh pelajar yang tergabung di dalamnya, menyusun satu program kegiatan berkelanjutan yang diharapkan dapat mendorong tidak terjadinya lagi angka putus sekolah, khususnya masa sekolah sembilan tahun. Program ini diberi nama Program Beasiswa Adik Asuh PPI Wageningen yang telah mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2008.
Visi
Membangun sistem pendanaan yang berkelanjutan untuk membiayai pendidikan adik asuh di Indonesia dalam menuntaskan pendidikan dasarnya.
Misi
1) Memberikan beasiswa secara berkesinambungan kepada adik – adik yang terseleksi untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya.
2) Mengembangkan sistem kerjasama antara PPI-Wageningen, PPI Belanda dan jaringan PPI lainnya, para alumni, KBRI, perorangan serta mitra – mitra terkait untuk sumber pendanaan dan penyaluran beasiswa.
3) Menjadi bagian dari program pemerintah untuk mendukung pengembangan pemerataan pendidikan dasar untuk semua warga negara.
Skema Beasiswa
Beberapa pertimbangan dalam penyaluran beasiswa:
- Seoptimal-optimalnya dana yang disalurkan dipergunakan untuk melanjutkan/menuntaskan pendidikan penerima beasiswa. Asumsi: banyak fakta menunjukkan dana bias dalam artian dipergunakan untuk kebutuhan lain misal memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima.
- Ada tendensi bahwa penerima beasiswa, memiliki kebutuhan untukpendampingan bukan hanya tentang bagaimana menggunakan beasiswa secara tepat (untuk biaya pendidikan) tapi juga penguatan mental khususnya meningkatkan rasa percaya diri mereka. Hal ini diperlukan karena persaingan untuk berprestasi sangat ketat dan salah satu penilaian kelangsungan penerimaan dana adalah prestasi. Asumsi: rasa percaya diri berperan dalam mencapai kestabilan prestasi.
- Pendampingan terhadap penerima beasiswa perlu dilakukan secara berkala, begitu pula halnya monitoring, evaluasi dan pelaporan. Hal ini harus dilakukan karena amanah yang diemban dari para pemberi beasiswa dan demi kelangsungan program ini sendiri. Asumsi: program ini dirasakan sangat membantu penerima beasiswa, seperti terwakili dari surat salah satu penerima beasiswa (Fitri) – walaupun saat ini pendidikan dasar 9 tahun telah diumumkan gratis dengan ada adanya dana BOS.
- Secara luas diketahui pula bahwa masalah pendidikan di Indonesia, bukan hanya mengenai biaya pendidikan peserta didik (orang per orang) tapi juga masalah lain terkait fasilitas misal gedung sekolah, perpustakaan dan sarana belajar mengajar. Asumsi: fasilitas belajar yang nyaman dan menyenangkan akan meningkatkan semangat belajar dan prestasi nantinya.
Semua pertimbangan-pertimbangan yang dikemukan diatas, menimbulkan pemikiran bahwa penyaluran beasiswa hanya melalui alumni (seperti yang dicanangkan pertama kali) tidaklah memadai lagi. Pemberian beasiswa yang bekerjasama dengan lembaga lain yang memiliki kepedulian sama di bidang pendidikan sangatlah diperlukan. Untuk itulah skema beasiswa PPI Wageningen dirasakan perlu untuk diperluas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi pemberian beasiswa dan tersedianya pemantauan dan pelaporan yang rutin, tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perbaikan bidang pendidikan di tanah air.
Harapan terbesar kita tentunya agar adik-adik di Indonesia dapat menikmati ‘enak dan nyamannya’ pendidikan seperti yang kita alami selama di luar negeri: going to school is a part of having fun!
Mekanisme Program
Secara umum mekanisme penggalangan dan penyaluran beasiswa tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.
|
Website PPI Wageningen |
|
PPI Wageningen |
|
Sumber dana, antara lain:
- Anggota PPI - Alumni - Donatur perorangan/ lembaga
|
|
Tim Seleksi (Bag.Pendidikan & Beasiswa) |
|
Penyaluran beasiswa antara lain melalui:
- Alumni - Lembaga yang memiliki visi dan misi yang sama |
Seleksi
Tim Seleksi adalah teman – teman yang berada di Bagian Pendidikan dan Beasiswa. Nama – nama adik asuh yang telah diseleksi dibawa ke Rapat Pengurus Bulanan untuk mendapatkan persetujuan.
Monitoring dan Evaluasi
Untuk memonitoring pelaksanaan kegiatan program beasiswa maka peran serta alumni dan lembaga penghubung sangat dibutuhkan. Laporan singkat perkembangan penerima beasiswa diharapkan dapat diterima setidaknya setiap 6 bulan. PPI-Wageningen akan melaporkan informasi tersebut kepada para donatur melalui website dan milis secara rutin. Selain itu, masukan-masukan membangun terhadap pelaksanaan program ini sangatlah dibutuhkan untuk perbaikan di periode pemberian beasiswa selanjutnya.
Jadwal dan Proses Penyeleksian Penerima Beasiswa
Mei – Juni Pembukaan pendaftaran calon penerima beasiswa
Juli Pengembalian formulir pendaftaran
Agustus Seleksi oleh Tim Seleksi
Pengumuman penerima beasiswa
Pengiriman surat pemberitahuan kepada penerima beasiswa
September Proses pengiriman beasiswa kepada penerima
Formulir Pendaftaran
form pendataan calon penerima beasiswa
form surat perjanjian orang tua
form surat perjanjian alumni penghubung
“Kursus Bahasa Belanda untuk pelajar Indonesia”
June 11, 2009Oleh Niken Puspita
“Those who know nothing of foreign languages know nothing of their own.” (Johann Wolfgang von Goethe)
Quotation di atas ada benarnya juga. Dengan belajar bahasa lain, secara tidak langsung kita jadi lebih mengerti mengenai budaya sendiri. Ini juga yang mendasari beberapa pelajar Indonesia di Wageningen untuk belajar bahasa Belanda. Belajar dan tinggal di negeri orang selama paling tidak 2 tahun, tidak ada salahnya untuk belajar bahasa mereka, walaupun dalam kuliah dan sehari-hari lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.
Keinginan ini bersambut dengan kebaikan hati Mba Adi yang sudah tinggal dan menetap lama di Belanda dan berkesempatan belajar secara formal bahasa Belanda yang diadakan oleh pemerintah se- tempat. Mba Adi yang juga dikenal sebagai Bunda Adhel ini menyempatkan diri di tengah kesibukannya sebagai Ibu RT dan pelajar untuk membagikan ilmu dan mengajarkan dasar-dasar bahasa Belanda tiap minggu selama kurang lebih 2 jam. 
Dimulai sejak 17 Oktober 2008 lalu dengan 7 orang yang bergabung dan kebetulan kesemuanya adalah perempuan, kelas bahasa Belanda ini mengalami pasang surut anggota karena kesibukan belajar para anggotanya. Hingga saat ini jumlahnya menjadi 5 orang dengan tambahan Ahmad – sang lelaki yang bergabung awal tahun ini dan menjadi idola bagi anggota perempuan lainnya. Anggota lainnya adalah Novi, Rara, Ndita dan Niken, dan anggota yang ‘gugur’ sepanjang perjalanan karena kesibukan belajar (atau kesibukan lainnya?) adalah Merry, Mba Cia, Yessy, Prima, Dita dan Diah.
Kediaman Mba Adi di Hoevestein menjadi kelas kami tiap minggu. Selama pelajaran, alhasil Adhel diasuh oleh sang Ayah – mas Hady, yang terungsikan ke dalam kamar. Kelas ini berjalan penuh dengan dinamika, metode yang diterapkan oleh Mevrouw juga tidak dibuat kaku – namun tetap mengikuti alur metode pembelajaran bagi beginner. Prinsipnya, pelajaran ini tidak boleh membebani, karena tugas utama tetap belajar untuk kuliah masing-masing.

Dibumbui oleh cerita-cerita sehari-hari mengenai budaya dan kebiasan orang-orang Belanda, kunjungan ke tempat menarik seputar Wageningen, dan yang paling seru adalah selingan penganan ringan hasil dapur sang guru yang terkadang unik, menarik, dan pasti uenak tenan. Di awal bulan Desember, Mba Adi mendatangkan Jannie Jansma – sang native speaker yang sekaligus pengajar dari ROC A12– sebagai guest lecturer kami. Beliau memberikan tips-tips praktis dalam berbahasa Belanda, dan memberikan links khusus bagi kami untuk dapat self study dalam belajar bahasa Belanda. Tentu saja apa yang diajarkan sangat membantu dalam berkomunikasi dan memahami hal-hal yang ditemui di kampus ataupun di pasar. ”Kalau kita berbelanja di pasar dan kita berkomunikasi dengan bahasa Belanda, kita merasa jadi lebih berbaur dengan mereka,” ungkap Ndita yang punya julukan si Upik Abu. Lain lagi yang diungkapkan Rara si pemilik dapur gothic, ”Belajar bahasa Belanda bisa menjadi satu cara untuk bisa masuk ke teman-teman Belanda, mereka menjadi lebih menghargai dan juga ikut membantu, mengajarkan dan berkomunikasi dalam bahasa Belanda.”
Tidak terasa kelas ini telah berjalan selama kurang lebih 8 bulan. Sungguh beruntung angkatan kami karena bisa mendapatkan pelajaran bahasa Belanda secara gratis, sebelum sang guru akan kembali ke tanah air akhir tahun ini. Terima kasih, Mba Adi. Paling tidak kelak kami pulang ke Indonesia tidak hanya bergelar Master di bidang kami masing-masing, tapi juga Master of Dutch, melengkapi master-master kami lainnya – Master of Travelling, Master of Cooking dan Master of Sports.
Cat : bagi yang berminat mengkopi materinya bisa diperoleh lewat Pengurus PPI angkatan 2008 dengan Rara Diantari atau Niken Puspita.
Family Gathering 2009
June 3, 2009Oleh: Radi Negara
Di antara akhir musim semi dan awal musim panas 2009, para pelajar Indonesia di wageningen kembali berkumpul bersama. Seperti biasa acara bertempat di kediaman bapak hady di hoevestein yang sudah menjadi rumah kedua bagi setiap generasi ppi wau. Sesuai namanya acara ini berlangsung untuk menjaga rasa ikatan kekeluargaan antara setiap warga Indonesia di kampung wage tercinta.
Kita juga kedatangan tamu yaitu mba Siska dari Neso Indonesia, dan beberapa rekan dari negara lain yaitu Joeri, Olga dan Vincent. Setelah menunggu lama bakar sate ayamnya, acara dimulai dengan sesi tanya jawab dengan mba siska dan dilanjutkan dengan games semacam ular-ularan dan yel-yel dari setiap kelompok.
Setelah berlelah bermain dan bernyanyi yang diisi juga oleh Joeri yang menyanyikan lagu Jogjakarta dari Kla Project, acara makan-makan dengan menu sate ayam, sayur asem dan ikan (apa ya, pokoknya mantaplah) yang ditunggu-tunggu dimulai. Namun belum separuh para warga mendapatkan jatah, hujan turun dan pestanya bubar.
Tapi bukan ppi wau jika kalah dengan hujan, acara tetap meriah di dalam rumah mba adi dengan bergosip ria tak terkecuali bapak-bapak di pojokan. Acara paling panas berlangsung di dapur dengan bintang utama bang rizal dengan cengkok merdunya diiringi petikan gitar bang lukman yang khusus didatangkan dari nijmegen guna menghibur para gadis pencuci piring.
Sehabis hujan reda, acara kembali berlanjut di luar dengan foto bersama dan kuis dengan beberapa pertanyaan dari mba siska dan panitia. Masboi sang sekjen PPI Belanda pun ikut memberikan beberapa pertanyaan berbobot, namun para warga yang notabene mahasiswa master dan PhD rupanya sedang benar-benar melupakan kuliah sehingga lebih antusias menjawab pertanyaan pemilik koin, kartu dan kunci terbanyak di tas, dompet dan saku celana. Para pemenang kuis juga diberikan hadiah-hadiah manis dari ppi wau.
Akhirnya acara ditutup dengan kembali bernyanyi dan iringan merdu gitar masboi pertanda hari yang menyenangkan bagi setiap warga ppi wageningen.
Perjuangan Kontingen PPI-WAU di Groenscup
May 29, 2009Oleh: Affan Nurachman, Laurensia Yuniati dan Sepus Fatem*
Salam Olah raga,
Berpartisipasi pada Groenscup yang diselenggarakan oleh PPI Groningen pada 9 – 10 Mei 2009, PPI Wageningen menurunkan atlet terbaiknya untuk menguji kemampuannya di cabang Badminton tunggal dan ganda, tennis meja tunggal, catur cepat, dan Futsal.
Briefing sebelum keberangkatan dengan menargetkan prestasi yang lebih baik dari partisipasi tahun lalu telah dicanangkan, mengingat tahun ini adalah tahun kedua PPI Wageningen berpartisipasi di Groenscup. Berangkat dipagi hari dengan penuh percaya diri dari Wageningen yang didampingi supporter setia (Pak John Pakereng, Mba Alfi, dan Mba Rani yang menyusul kemudian) membuat tim PPI-W sangat optimis untuk meraih hasil terbaik.
Read the rest of this entry »
Diskusi Scientists Talk I
April 5, 2009Oleh: Divisi Pendidikan dan Beasiswa PPI-W
PPI Wageningen pada Sabtu, 28 Maret 2009 menggelar Acara Diskusi Scientists Talk I dengan tema Open-mindedness and sharing: first steps towards communication between natural and social scientists di Gedung GAIA-Wageningen University.
Dalam diskusi pertama Ika Sumantri (mahasiswa Master of Animal Science Wageningen University) membahas pengembangan sapi perah di Indonesia. Persoalan yang disinggung mulai dari mutu susu yang terkait dengan daya saing, jenis sapi, koperasi susu, kurangnya pengembangan sentra produksi di daerah-daerah lain dengan biaya lebih murah dan kurangnya subsidi bagi peternak sapi perah.
Alternatif penyelesaian yang disampaikan oleh pembicara adalah introduksi cross breed sapi perah tropis (sesuai dengan pengalaman pembicara yang telah melakukan cross breed dan mendapatkan hasil yang baik untuk susu) . Read the rest of this entry »
Klub Tenis PPI Wageningen
March 28, 2009Oleh: Yessie Widya Sari
Seiring matahari yang semakin membuat kampung wage menghangat, seharusnya pula membuat aktivitas olahraga outdoor semakin bersemangat. Untuk itu PPI WAU Tennis Club membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang berminat untuk menjadi anggota baru. Waktu latihan: Sabtu 09.00 – 10.00 CET (tentative). Berhubung tempat terbatas, first come first serve.
Read the rest of this entry »
Surat Cinta Fitri Ayu…
October 27, 2008Kepada Yth.
Kakak-Kakak yang ada di PPI-Wageningen Belanda
……….melalui sepucuk surat ini saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kak saifullah dan kepada kakak-kakak yang ada di negeri belanda yang mau peduli dan memberikan bantuan beasiswa kepada saya. Uang beasiswa yang pertama saya gunakan untuk membeli tas, sepatu dan buku tulis……… (Fitri Ayu Kusuma)
PPI Wageningen Meriahkan Buka Puasa International
September 23, 2008

Aneka jenis makanan mulai dari asin, manis pedas, tampak sedap terhidang di tengah ruangan International Club, Marijkeweg 31, Wageningen. Bakwan, klepon, lumpia, penganan khas Indonesia, tersaji dengan cantik bersama nasi briyani dari Pakistan dan aneka jenis makanan dari berbagai negara.










